Kolaborasi Sederhana Pernikahan Adat Lampung dan Kalimantan

Pengalaman yang paling seru dalam hidup seseorang adalah pengalaman ketika mempersiapkan pernikahan. Pengalaman yang selalu dicita-citakan agar hanya dirasakan sekali dalam seumur hidup. Walaupun mungkin sering menjadi person in charge di beberapa acara kantor, namun mempersiapkan pernikahan sendiri pasti merupakan pengalaman yang paling berkesan. Terlebih jika menyiapkan segala sesuatunya sendirian, mulai dari survei vendor, design undangan, belanja seragam keluarga, dan masih banyak lagi.

Beberapa tahun lalu saya menghadiri satu pernikahan yang cukup unik. Walaupun tidak begitu kental menyajikan pernikahan adat, namun pernikahan ini tetap menyuguhkan beberapa hal penting dari suku-suku kedua mempelai berasal, yaitu Lampung dan Kalimantan.

Setelah diusut ternyata pasangan ini memang sangat menginginkan pernikahan adat, namun berdasarkan pengalaman keluarganya bahwa pernikahan dengan adat yang kental merogoh kocek yang cukup besar. Oleh karena itu mereka mencoba menyederhanakannya dengan tetap menampilkan identitas suku-suku mereka dalam satu rangkaian acara pernikahan.

Akad Nikah dengan Adat Lampung

 

( Foto : Dokumentasi Pribadi )

Meja akad nikah telah tertata rapi, dengan dekorasi Melayu yang memang sudah didapatkan satu paket dengan catering – bukan dekorasi asli Lampung. Baju seragam keluarga  mempelai pria kompak menggunakan kain tapis, walaupun tidak dengan kental menunjukkan pernikahan adat Lampung hal itu cukup menandakan bahwa “ini adalah pernikahan orang Lampung”.

Mempelai pria sudah tentu menggunakan pakaian adat Lampung ; kemeja putih lengan Panjang, sarung tumpal, sesapuran, khika akhir dan tujuh aksesoris lainnya. Sedangkan mempelai wanita datang menjelang akad nikah, menggunakan pakaian adat Lampung lengkap ; Siger, seraja bulan, subang, perhiasan dada dan leher, perhiasan pinggan, dan lengan.

Setelah akad nikah kedua mempelai beranjak ke prosesi pernikahan adat Lampung yaitu ibu dari mempelai pria menyuapi kedua mempelai diikuti dengan nenek dan tante. Kemudian Ibu dari mempelai wanita dan diikuti oleh sesepuh lainnya.

Lalu istri dari yang paling dituakan memberi gelar kepada kedua mempelai ; menekan telunjuk tangan kiri di atas dahi kedua mempelai secara bergantian, sambil berhitung menggunakan Bahasa Lampung dan diakhiri dengan menyebutkan nama gelar yang diberikan untuk keduanya.

Resepsi dengan Hiburan Khas Banjarmasin

( Foto : Wisata Sungai Banjarmasin )

Selesai prosesi akad nikah, kedua mempelai berganti pakaian menggunakan pakaian Melayu nasional. Kedua mempelai memasuki ruangan resepsi dengan sambutan hadrah. Hadrah merupakan tarian beberapa orang menggunakan kompang atau rebana kecil sambil mengumandangkan nyanyian yang dahulu dinyanyikan ketika menyambut kedatangan Nabi Muhammad SAW di Madinah.

Seorang penari membawa payung besar menari-nari menghampiri kedua mempelai dan memayunginya berjalan ke arah pelaminan, sambil diiringi nyanyian hadrah. Setelah setengah perjalanan menuju pelaminan, seorang pendekar Dayak dengan mandaunya bersama seorang penari menghampiri mengambil alih untuk mengiringi pengantin. Beberapa penari lainnya menari-nari di depan pelaminan. Tarian tersebut dikenal dengan nama Tari Giring-Giring.

Souvenir khas Kalimantan

Mempelai wanita tampaknya benar-benar tidak ingin kehilangan momen untuk menunjukan dari suku mana ia berasal. Selain suguhan hiburan hadrah dan Tarian Giring-Giring, sang mempelai wanita juga memilih dompet manik kerajinan khas Kalimantan untuk menjadi souvenir pernikahannya. Souvenir ini asli dipesan langsung dari Banjarmasin. Dompet kecil bermotif rumah adat suku Dayak yang multi fungsi.

( Foto : Banjarmasin Craft )

Melihat pernikahan tersebut tampak bahwa identitas kesukuan masih terasa penting untuk ditunjukan sebagai jati diri. Walaupun berbeda suku kedua mempelai ini tetap bersatu membentuk satu keluarga dengan nilai-nilai dan budaya positif yang akan disepakati bersama untuk membangun satu keluarga yang tentunya mengarah pada sakinah, mawaddah, dan rohmah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *